The Characters

JAYA (12): Anak pemalu yang terbiasa dengan kehangatan sebuah rumah dan ibu yang menyayanginya. Ia periang dan murid yang pandai di sekolah. Ia senang membaca dan banyak menghabiskan waktunya membaca di sudut ruang kelas daripada bermain di luar bersama teman sekolahnya. Kepribadiannya agak tertutup dan ia senang menghabiskan waktu sendirian. Wajahnya peramah dan mudah disukai orang. Ia tak terbiasa beraktivitas di luar ruangan, ia mudah sakit dan tak punya keterampilan untuk kerja kasar. Ia rapi, bersih, dan teratur. Segala hal di sekitar Jaya harus tertata baik (barang-barang miliknya dan penampilannya). Ia tak suka berkelahi, dan sangat bertanggungjawab. Ia sedikit kaku dan formal, dan gugup serta canggung di lingkungan baru. Ia lekat ke barang-barang kesayangannya (baju-bajunya, benda-benda miliknya, buku-bukunya, papan serangganya, jangkrik peliharaannya, dll). Ia tak suka orang lain mengganggu barang-barangnya. Ia bermimpi menjadi seorang ilmuwan suatu hari. Ia menyukai serangga dan sering mempelajari hewan-hewan aneh dengan cara mengoleksi dan menempelkannya di papan.

Perkembangan: Di jermal, awalnya Jaya adalah seorang pendatang. Ia tampak kontras dengan anak-anak lain karena penampilan, perilaku dan cara berpikirnya berbeda. Ia tak biasa bekerja, ia lemah lembut dan berpendidikan, tak seperti anak-anak lainnya. Ia kemudian memberanikan diri untuk lari. Ia berpikir bahwa ia tidak akan kehilangan apaapa dan sikap ini membuat kepribadinya bertambah kuat. Jaya tumbuh dari seorang yang pemalu menjadi seorang yang percaya diri. Dari seorang anak sekolah yang lugu, ia belajar bagaimana menjadi seorang pekerja. Dari luar ia tampak semakin keras dan kasar. Dari seorang pendatang yang pemalu, ia berkembang menjadi orang dalam yang mampu bertahan hidup.

JOHAR (48): Seorang pria keras dan tegap yang penyendiri. Ia telah melupakan masa lalunya dan hanya hidup untuk hari ini. Ia otoriter, membutuhkan ruangnya sendiri dan tak banyak bicara. Sejak pengkhianatan istrinya, Johar takut akan keintiman. Akibatnya, ia membangun dinding di sekitarnya dan tak membiarkan siapapun masuk, agar jatidiri dan keringkihannya tak terlihat. Ia gunakan sisi luar dirinya yang keras untuk melindunginya dari luka dan rasa sakit. Ia tak suka disentuh atau diajak bicara dan menghabiskan waktunya memerintah anak-anak jermal. Rasa curiganya tinggi karena Johar punya masa lalu kelam yang menghantuinya. Rahasia masa lalu ini membuatnya menjauh, memisahkan diri dan menyendiri. Ia memilih untuk melarikan diri dan menolak segala sesuatu yang berhubungan dengan masa lalunya (Jaya, surat-surat dll).

Perkembangan: Saat membaca surat-surat istrinya yang bertahun-tahun ia simpan, dan melihat putranya perlahan menyerupai dirinya, Johar pun perlahan berubah dari seseorang yang keras dan menghindari keintiman, menjadi seseorang yang lebih terbuka pada kebenaran, masa lalu dan putra satu-satunya. Di akhir cerita, Johar tak lagi melawan dan ia pun menyerahkan diri kepada masa lalu. Jaya telah menyentuhnya dengan begitu banyak cara.

BANDI (45): Sang juru masak yang tenang dan tak takut akan resiko apapun. Ia tampak tak pedulian, tapi sebenarnya sangat peduli akan apa yang terjadi di sekitarnya. Ia provokatif karena tak takut pada Johar. Ia bisa bertengkar dan berhadapan dengan Johar tanpa peduli akibatnya. Ia mencoba menarik keluar Johar dari lubang persembunyiannya dengan mendorongnya menghadapi masa lalu. Bandi adalah teman satu-satunya Johar dan ada hubungan akrab antara keduanya. Bandi akan berbuat apapun untuk menghadapi dan menantang Johar bila perlu. Ia selalu mengalungkan handuk di sekitar lehernya.

GION (17): Ia adalah pimpinan gerombolan anak-anak jermal yang selalu membuat gara-gara di jermal. Ia sering berlaku semena-mena dan punya pengikut yang menuruti perintahnya. Ia jahat dan tak punya empati atau kasih sayang pada sesama. Ia senang menyogok, mencuri, berbuat curang dan tak merasa berdosa akan semua itu. Sikap hidupnya adalah: halalkan segalanya demi keberlangsungan hidup.

[ baca sinopsis | baca sinopsis singkat ]

ECCO Films Indonesia This film is produced with the support of the Netherlands Film Fund, World Cinema Fund, Vision Sud Est and the Hubert Bals Fund of the International Film Festival Rotterdam.
In co-production with Motel Films, Rudy Tjio, Atika Makarim, Rayya Makarim, Raam Punjabi, Wim Brouwer and Peter van der Lugt.